Man Jadda Wajada

Siapa Yang Bersungguh-Sungguh Dia Yang Akan Berhasil


Kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah, 
Maka cinta yang lain hanya upaya menunjukan cinta pada-Nya,
Pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki:
Selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai.
-M. Anis Matta-

Ada rahasia terdalam dihati ‘Ali yang tak dikisahkan pada siapapun. Fatimah, karib kecilnya, putri tersayang dari nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan dengan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta, ia baker perca ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semua dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad bin ‘Abdullah sang terpercaya tak layak dilakukan demikian oleh kaumnya!

Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Disana, para pemuka Qurais yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fatimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan! 

‘Ali tak tahu apakah rasa itu disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fatimah dilamar seorang laki-laki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu bakar Ash Shiddiq, Radhiyallaahu’Anhu. “Allah mengujiku rupanya” begitu batin ‘Ali.

Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakar. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakar lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ‘Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ‘Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.
Lihatlah juga bagaimana Abu Bakar berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk karena sentuhan Abu Bakar; “Utsman, ‘Abdurrahman ibn ‘Auf, Thalahah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqas, Mush’ab. Ini yang tak mungkin tak mungkin dilakukan kanak-kanak yang kurang pergaulan seperti ‘Ali. Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela ‘Abu bakar; Bilal, Khabbab, Keluarga Yassir
, ‘Abdullah ibn Mas’ud. Dan siapa budak yang dibebaskan ‘Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakar sang saudagar, Insya Allah lebih bisa membahagiakan Fatimah. ‘Ali hanya pemuda dari keluarga miskin. 

“Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ‘Ali. “Aku mengutamakan Abu bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagian Fatimah atas cintaku.” Cinta tak pernah minta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan.

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan tunas harapan di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu bakar ditolak. Dan Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu bakar mundur, datanglah melamar Fatimah seorang laki-laki yang gagah dan perkasa, seorang laki-laki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaitan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut “Umar ibn Al Khatab. 

Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebatilan itu juga datang melamar Fatimah’. Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah Ali dan Abu bakar. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ‘Umar..” betapa tingginya kedudukannya disisi Rasul, disisi ayah Fatimah.

Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ‘Umar melakukannya. ‘Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ‘Alihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, siang hari ia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi. 

‘Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik keatas Ka’bah. “Wahai Qurais”, katanya. “Hari ini putra Al Khatab akan berhijrah. Barang siapa yang ingin istrinya menjadi menjanda, anaknya menjadi yatim atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ‘Umar di balik bukit ini!” “Umar adalah laki-laki pemberani. 

‘Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apa lagi menikahi Fatimah binti Rasulillah! Tidak. ‘Umar jauh lebih layak. Dan ‘Ali ridha. Mencintai tak berarti harus memiliki. Mencintai berarti pengorbanan untuk kebahagiaan orang yang kita cintai. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan.

Maka ‘Ali bingung ketika itu kabar menyeruak. Lamaran ‘Umar juga di tolak. Menantu macam apa yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ‘Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti ‘Abul ‘Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Qurais itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri. 

Diantara muhajiirin hanya ‘Abdurrahman ibn ‘Auf yang setara dengan mereka. atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari kaum Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’ad ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?
“Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. “Mengapa engkau tak mencoba melamar Fatimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..” 
“Aku?”, tanyanya tak yakin. 

“Ya. Engkau wahai saudaraku!”
“Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”
“Kami ada dibelakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”
‘Ali pun menghadap Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginan untuk menikahi Fatimah.

Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi disana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fatimah menantikan di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanak-kanakan. Usianya sudah kepala dua sekarang. 

“Engkau pemuda sejati wahai ‘Ali!” begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggung jawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. 

“Lamarannya berjawab, “Ahlan wa sahlan!” kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi. Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak . itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan dari pada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apa lagi menyimpan dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah itu menyakitkan. 

“Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?” 
“Entahlah...” “apa maksudmu?” “menurut kalian apakah ‘Ahlan wa sahlan’ berarti sebuah jawaban!” “Dasar tolol! Tolol”, kata mereka, eh, maaf kawan.. maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapat dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”

Dan ‘Ali pun menikahi Fatimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu bakar, Umar dan Fatimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. ‘Ali adalah Gentleman Sejati. 

Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali! Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan disini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ‘Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian. Dan bagi pecinta sejati, selalu ada yang manis dalam mencecap keduanya. 

Di jalan cinta para pejuang, kita belajar untuk bertanggung jawab atas setiap perasaan kita…

Sumber: Salim A. Fillah
Read More . .


Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah bersabda. “Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihis Salam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.” [Riwayat Muslim]

Rasulullah juga pernah bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Alloh mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)

Keistimewaan lain hari Jumat adalah saat-saat dikabulkannya doa, yaitu saat-saat terakhir setelah shalat ashar (seperti yang dijelaskan dalam banyak hadits) atau di antara duduknya imam di atas mimbar saat berkhutbah Jumat sampai shalat selesai ditunaikan.


Amalan Mulia
Alloh mengkhususkan hari Jumat ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari umat-umat terdahulu.  Di dalamnya banyak rahasia dan keutamaan yang datangnya langsung dari Alloh.
Beberapa rahasia keagungan hari Jumat adalah sebagai berikut;

Pertama, Hari Keberkahan. 
Di mana di hari Jumat berkumpul kaum Muslimin di masjid-masjid  untuk mengikuti shalat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah Jumat yang mengandung pengarahan dan pengajaran serta nasihat-nasihat yang ditujukan kepada kaum muslimin yang kesemuanya mengandung manfaat agama dan dunia.  Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menyebut hari Jumat memiliki 33 keutamaan. Bahkan Imam as-Suyuthi  menyebut ada 1001 keistimewaan.

Kedua, Hari Dikabulkannya doa. 
Di antara rahasia keutamaan hari Jumat lain adalah, di hari itu terdapat waktu-waktu dikabulkannya doa. 
 “Di hari Jumat itu terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Alloh Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’ Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu.” [HR.Bukhari dan Muslim]

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Alloh pada waktu itu, niscaya Alloh akan mengabulkannya.” [Muttafaqun Alaih]

Ketiga, Hari Diperintahkannya Shalat Jumat. 
Rasulullah bersabda, “Hendaklah kaum-kaum itu berhenti dari meninggalkan shalat Jumat. Atau (jika tidak) Alloh pasti akan mengunci hari mereka, kemudian mereka pasti menjadi orang-orang yang lalai.” [Muslim]. Dalam riwayat lain Rasulullah menyebutkan, “Shalat Jumat adalah hak yang diwajibkan kepada setiap Muslim kecuali empat orang; budak atau wanita, atau anak kecil, atau orang sakit.” [Abu Daud]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٩)
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Alloh dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”  [QS: Al-Jumu'ah:9]

مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنَ اْلإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا
“Barangsiapa yang bersuci dan mandi, kemudian bergegas dan mendengar khutbah dari awal, berjalan kaki tidak dengan berkendaraan, mendekat dengan imam, lalu mendengarkan khutbah dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya bagi setiap langkah pahala satu tahun baik puasa dan shalatnya..”

Keempat, Hari Pembeda antara Islam dan Non-Muslim. 
Hari Jumat adalah hari istimewa bagi kaum Muslim. Selain itu diberikan Nabi untuk membedakan antara harinya orang Yahudi dan orang Nashrani.
Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda: "Alloh telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Alloh memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya, sehingga Alloh menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jumat, Sabtu, dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk."  [HR. Muslim]

Kelima, Hari Alloh menampakkan diri.  
Dalam sebuah riwayat disebutkan,Hari Jumat  Alloh menampakkan diri kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di Surga. Dari Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: "Dan Kami memiliki pertambahannya" (QS.50:35) mengatakan: "Alloh menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat."

Masih banyak keistimewan hari Jumat. Di antaranya adalah; Dalam "al-Musnad" dari hadits Abu Lubabah bin Abdul Munzir, dari Nabi Shollallohu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda:
"Penghulunya hari adalah hari Jumat, ia adalah hari yang paling utama di sisi Alloh Subhanahu Wata'ala, lebih agung di sisi Alloh Subhanahu Wata'ala dari pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Pada hari Jumat tersebut terdapat lima keistimewaan: Hari itu,  bapak semua umat manusia, Nabi Adam 'Alaihissalam diciptakan, diturunkan ke dunia, dan wafat.  Hari kiamat tak akan terjadi kecuali hari Jum’at. 
Karena itu, Rasulullah Shollallohu 'Alaihi Wasallam, sangat memuliakan hari ini, menghormatinya, dan mengkhususkannya untuk beribadah dibandingkan hari-hari lainnya.


Etika Menyambut Hari Jumat
A. Mandi Jum’at [jenabat]
Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang baligh berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah bersabda, yang artinya, “Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.” (HR. Bukhori dan Muslim). Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit, dan musafir. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jumat. Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi jenabat biasa. Rasulullah bersabda yang artinya, “Barangsiapa mandi Jumat seperti mandi jenabat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

B.    Berpakaian Bersih dan Memakai Wangi-Wangian
Rasulullah berkata, "Siapa yang mandi pada hari Jumat, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at." [HR. Bukhari]

C.     Menghentikan Aktivitas Jual-Beli dan Menyegerakan ke Masjid
Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat.” (HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah  panasnya.” (Lihat Fathul Bari II/388)

D.      Sholat Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat Jumat
Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya ditambah tiga hari.” [HR. Muslim]

E.    Membaca Surat Al Kahfi
Nabi bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka Alloh akan meneranginya di antara dua Jumat.”  

F.  Memperbanyak Shalawat.  
Dari Anas ra,  Rasulullah  bersabda: "Perbanyaklah shalawat pada hari Jumat  dan malam Jumat."  [HR. Baihaqi]
Dari Aus Rodhiallohu 'anhu, dia mengatakan, Rasulullah Shollallohu 'Alaihi Wasallam, bersabda: "Sebaik-baik hari kalian adalah hari Jumat: pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu beliau diwafatkan, pada hari itu sangkakala ditiup, pada hari itu manusia bangkit dari kubur, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku", para shahabat bertanya: "wahai Rasulullah, bagaimana diperlihatkan kepada engkau sedangkan tubuh engkau sudah hancur (sudah menyatu dengan tanah ketika sudah wafat), Beliau menjawab: "sesungguhnya Alloh Subhanahu Wata'ala mengharamkan kepada bumi untuk memakan (menghancurkan) jasad para Nabi." [HR, "al-Khamsah]

Mencintai Apa yang Dicintai Nabi
Rasulullah Muhammad adalah orang pilihan dan kekasih Alloh SWT. Apapun amalan yang disukai Nabi adalah hal yang paling disukai Alloh dan setiap amalan yang dibenci Nabi juga dimurkai Alloh.
Bentuk kesungguhan kita mencintai Rasulullah Saw adalah berlomba-lomba dan bersungguh-sungguh mengikuti dan meneladani apa yang telah beliau lakukan. Sebagaimana firman Alloh SWT,

 وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا. 
Artinya, ”Apa saja yang dibawa oleh Rasul untuk kalian, ambillah, dan apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah.” [QS. al-Hasyr [59]: 7]

Dalam ayat lain disebutkan, Katakanlah, “Jika kalian benar-benar  mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Alloh akan mengasihi kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” [Qs. Ali-Imran [3]: 31].

Karena itu, apapun yang sudah ditetapkan Nabi –termasuk memuliakan hari Jumat-- adalah sesuatu yang sudah pasti disukai Alloh SWT. Ayo hiasi hari jumat mu dengan hal-hal terbaik dan mulia.
Semoga Alloh merahmati kita semua kawan..... ^_^


Read More . .

Artikel ini adalah hadiah kecil buat sobat yang sedang menghadapi atau mempersiapkan diri untuk mendapatkan pekerjaan yang baru. Baik. Lanjuuut...

Berikut adalah langkah demi langkah yang dapat kamu siapkan untuk menghadapi sebuah sesi wawancara:


1 - Penelitian dan Persiapan, Cari tahu latar belakang organisasi tempat kamu melamar. Pastikan kamu mendapat informasi tentang visi, misi dan prinsip-prinsip perusahaan sehingga kamu memiliki kemampuan untuk menjawab sesuai dengan prinsip-prinsip perusahaan. Makin banyak tahu makin baik.

2 - Praktek, Setelah kamu melakukan riset, saatnya melakukan latihan. Latihan yang paling efektif adalah dengan melakukan simulasi wawancara. Minta temanmu untuk jadi partner latihanmu. Kondisikan seolah-olah kamu sedang melakukan wawancara yang sesungguhnya. Semakin banyak latihan semakin bagus. Practice makes perfect.

3 - Pakaian, Bagaimana cara kamu berpakaian untuk wawancara kerja benar-benar akan mengatakan beberapa hal tentang dirimu. Jadilah diri sendiri. Itu akan membuat dirimu merasa jauh lebih nyaman. Yang penting rapi, sopan dan pantas.

4 – Kesan Pertama, Kesan pertama benar-benar harus kamu perhatikan. Sadarilah bahwa kamu hanya memiliki satu kesempatan. Tanamkan bahwa dirimu antusias dan pantas untuk mendapatkan posisi yang ditawarkan. Melangkahlah dengan badan tegap dan penuh keyakinan.

5 – Tepat Waktu, Pastikan bahwa kamu tiba tepat waktu untuk wawancara kamu. Dengan menjadi tepat waktu, itu berarti bahwa kamu harus ada 10 sampai 15 menit sebelumnya. Datang lebih awal dari itu tidak dianjurkan. Demikian juga bila kamu terlambat. Ini akan meninggalkan kesan buruk pada pewawancara. Hal ini menunjukkan bahwa kamu tidak serius untuk mengambil kesempatan kerja ini.

6 - Tindak Lanjuti, Dengan kondisi ekonomi saat ini, beberapa majikan mendapatkan ribuan pelamar untuk setiap posisi pekerjaan yang mereka tawarkan. Lakukan sebuah langkah tindak lanjut segera setelah sesi wawancara berakhir. Sebuah email yang cepat atau telepon tindak lanjut atau ucapan "terima kasih atas waktu anda", dapat membuatmu memperoleh posisi yang lebih menguntungkan dimata si Bos. Oiya, ingat  untuk mendapatkan kartu perusahaan di pewawancara dan segala macam orang yang berinteraksi denganmu di sepanjang jalan, terlepas dari apakah kamu memiliki pekerjaan atau sebaliknya. Untuk menambah koneksi, ini sangat dianjurkan.

7 – Doa, Setelah berusaha, banyak-banyak berdoa. Setelah ikhtiar langsung tawakal. Banyak hal yang mustahil, namun bisa saja terjadi karena kuasa-Nya. Yakinkan diri kita bahwa apapun jawaban dari perusahaan yang kita lamar, baik diterima maupun tidak, itu adalah yang terbaik menurut Alloh untuk kita. 

Semoga sukses buat sobat semua.



http://blognya-mas-eko.blogspot.com/2010/12/tips-wawancara-kerja.html
Read More . .


Membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan seks dan aktifitas seksual masih merupakan hal yang tabu dalam masyarakat kita. Hal ini menyebabkan kesulitan bagi mereka yang membutuhkan konseling soal "kelaminnya". Salah satunya ialah tentang aktifitas onani/masturbasi. Kali ini saya tidak akan membahas hukum masturbasi. Namun saya akan berusaha memberi solusi bagi mereka yang sangat ingin berhenti dari aktifitas ini.

Saya sudah beberapa kali mendapatkan curhatan mengenai hal ini. Inti dari curhatan mereka sama. Kebanyakan pelaku masturbasi mengeluhkan perasaan bersalah/berdosa setelah melakukan masturbasi, namun merasa sangat sulit untuk berhenti dari aktifitas seksual ini.  Sedangkan untuk meminta nasehat dan dukungan mereka malu, karena biasanya mereka pasti akan langsung dicibir dan dipersalahkan bahkan dipermalukan. Akhirnya hal ini didiamkan saja dan dibiarkan berlangsung terus karena mereka merasa tidak ada orang yang bisa dimintai masukan/ nasehat dan memberi dukungan positif untuk berhenti melakukan masturbasi. Karena biasanya, tanggapannya serupa, orang akan langsung menyalahkan pelaku maturbasi/onani tanpa memberi solusi yang kongkrit dan masuk akal sehingga mereka dapat berhenti total dari kegiatan ini. 


Sebenarnya tidak ada hal yang tidak mungkin kita lakukan. Yang penting ada niat yang kuat untuk berhenti, tahu caranya dan banyak berdoa. InsyaAlloh pasti bisa.

1) Yang terpenting, yakinlah bahwa kau mampu mengatasi masalah ini. Kuatkan niat. Kuatkan doa. Perbanyak istighfar. Kamu pasti bisa! 

2) Cari tahu hal-hal / keadaan-keadaan yang memicu dirimu membiasakan diri melakukan masturbasi. Misalnya, kamu biasa bermasturbasi setiap kali merasa kesepian, bosan, atau tertekan (stres). Kalau memang begitu, waspadalah dirimu setiap kali berada dalam keadaan itu. Dalam keadaan begitu, tanamkanlah kembali keyakinanmu bahwa kau mampu menahan diri untuk tidak membiasakan diri melakukan onani. Atasilah berbagai keadaan yang tidak nyaman itu dengan solusi lain yang tidak bersifat seksual. Misalnya dengan cara berdzikir, membaca buku, atau main kerumah teman.

3) Hindari menyendiri! Selalulah bersama orang lain. Bila terpaksa menyendiri, misalnya di kamar mandi, jangan berlama-lama! Lima menit sudah cukup. Bila kau membutuhkan waktu yang relatif lama ketika menyendiri (misalnya di kamar mandi) lantaran berbagai aktivitas sekaligus, pisahkanlah aktivitas-aktivitas itu. Jadi, mandi, keramas, gosok gigi, dan lain-lain, hendaknya dilakukan dalam waktu yang tidak bersamaan.

4) Di tempat tidur, singkirkanlah jauh-jauh guling dan barang-barang lain yang dapat kau gosok-gosokkan ke alat kelaminmu. Selain itu, pakailah celana dan baju tertentu yang membuatmu sulit bermain-main dengan alat kelaminmu. Setiap kali kau merasa nafsu birahimu memuncak di tempat tertentu (misalnya di kamar mandi atau tempat tidur), beranjak dan pindahlah dari situ. Pergilah ke tampat lain. Temuilah orang-orang, ngobrol tentang apa saja yang jauh dari rangsangan seksual.

5) Di mana pun, hindari pornografi atau pun yang semi porno. Jagalah pandangan mata dan pendengaran telingamu dari segala yang membangkitkan birahi.

6) Setiap kali bangun tidur, segeralah bangkit dengan penuh antusias. Jangan bermalas-malasan.  Sibukkanlah dirimu dengan berbagai aktivitas yang kau sukai dan jauh dari rangsangan seksual. Utamakanlah aktivitas yang dilakukan bersama orang lain. Misalnya, kau suka membaca buku dan main catur. Ketika kau merasa nafsu seksualmu bangkit alias terangsang, lebih baik main catur bersama orang lain daripada membaca buku sendirian. Sibukkanlah juga pikiranmu dengan berbagai hal yang kau sukai dan jauh dari rangsangan seksual.

7) Bila perlu, mintalah bantuan profesional dari ahlinya, seperti psikolog dan psikiater.


Semoga artikel sederhana ini bisa membantu. Semangat! Saya juga mendoakan supaya kamu bisa segera berhenti. Oiya, tips terakhir dan paling manjur adalah segeralah menikah. Hehehe.... 
 
 
 
http://blognya-mas-eko.blogspot.com/2011/01/berhenti-masturbasi-bisa.html
Read More . .

Pagi itu sekitar pukul sembilan Udin, Usman, dan Iwan berjalan beriringan. Mereka bertiga sedang menuju kios tempat Kak Awang, kakak Iwan, bekerja. Mereka ingin mengantarkan Usman yang ingin melihat-lihat HP. Saat hampir sampai, mereka mendengar suara ribut-ribut.
    ”Pasti kamu pencurinya,” kata teman Kak Awang yang bertubuh kurus.”Yang memegang kunci kios ini hanya kamu dan Pak Willy. Tidak mungkin Pak Willy mencuri Hp di kiosnya sendiri, kan?” jawab teman Kak Awang yakin.
    ”Tapi, bukan aku pencurinya,” jawab Kak Awang keras.
    ”Mana ada pencuri yang mau mengaku,” jawab teman Kak Awang sambil berlalu keluar ruangan.
    Udin, Usman, dan Iwan mempercepat langkah. Saat sampai, Iwan langsung bertanya, ”Ada apa Kak?”
    Kak Awang terduduk lemas di kursi, wajahnya pucat. Kepalanya tertunduk. Tubuhnya merosot ke bawah. Lama Kak Awang tidak menjawab pertanyaan dari Iwan. ”Ada HP yang hilang,” jawab Kak Awang akhirnya.
    ”Hah, siapa yang ngambil, Kak?” Iwan bertanya dengan nada terkejut.
    ”Kakak tidak tahu,” jawab Kak Awang lemah.
    ”Tadi, aku dengar teman Kakak menuduh Kakak pencurinya,” Udin mencoba menebak.
    Kak Awang mengangguk, ”Hanya aku yang memegang kunci kios. Pintu kios tidak rusak. Beno yakin kalau orang dalam yang mencurinya. Itu sebabnya ia menuduh aku pencurinya.” 
    ”Benar juga perkiraan Kak Beno. Kalau pencuri itu tidak memegang kunci bagaimana dia bisa masuk?“ tanya Udin pada diri sendiri. ”Kak, apa aku boleh masuk,” Udin meminta izin untuk masuk ke dalam kios.
    ”Masuk saja tidak apa-apa,“ jawab Kak Awang.
    Udin melihat-lihat ke dalam, Usman mengikuti Udin untuk masuk ke dalam. Ruangan kios yang tidak terlalu besar itu langsung penuh.
    ”Kapan Kakak mengetahui kalau Hp itu hilang?” tanya Udin.
    ”Saat tadi pagi aku datang, Hp itu sudah tidak ada,” jawab Kak Awang.
    ”Terakhir yang berada di kios siapa, Kak?” tanya Udin.
    ”Aku,“ kata Kak Awang. ”Hari itu kios tutup lebih cepat karena aku dan Beno ada keperluan masing-masing. Sebelum pulang, aku membersihkan kaca karena ada banyak bekas gelas teh. Aku membersihkan semua kaca etalase, agar semua kelihatan bersih. Lalu, aku mengunci pintu dan pulang,” cerita Kak Awang.
    Udin tercenung sejenak, lalu bertanya, ”Apa setelah Kak Awang bersihkan, sudah ada orang yang membuka kaca etalase ini, Kak?”
    ”Aku tidak tahu. Tapi, sejak aku dan Beno datang tadi pagi, tidak ada salah satu dari kami yang membuka kaca etalase itu. Saat aku mengetahui ada HP yang hilang, kami langsung berdebat.”
    Terdengar suara langkah kaki mendekat. Ternyata teman Kak Awang yang bernama Beno kembali.
    ”Hei, Wang!! Suruh adikmu dan teman-temannya ini pulang. Nanti, kalau sampai ada HP yang hilang lagi, aku tidak mau tanggung jawab,” katanya ketus. ”Aku mau keluar sebentar. Saat aku kembali nanti, aku tidak ingin melihat mereka di sin!” lanjutnya sambil meraih tasnya yang ada di lantai sudut ruangan. Ia merogoh bagian depan tasnya untuk mengambil kunci. Saat menarik tangannya dari dalam tas, tanpa sengaja ia mengeluarkan secarik kertas. Usman yang berada di dekatnya mencoba memberi tahu, tetapi yang dipanggil tidak peduli dan langsung mestater motor dan  pergi. Usman mengambil kertas kecil itu dan membaca tulisan yang tertera di sana, SPESIALIS DUPLIKAT KUNCI.
    ”Kak coba baca ini,” kata Usman kepada Kak Awang.
    Kak Awang tertegun sejenak. ”Apa mungkin Beno menduplikat kunci pintu kios?” tanyanya sambil memandang ke arah Usman.
    ”Untuk membuktikannya kita bisa ke sana, Kak. Tanggal yang tertera di situ baru kemarin,” jawab Usman.
    ”Bisa saja tukang duplikatnya lupa. Dalam sehari dia kan tidak hanya menduplikat satu kunci,” jawab Iwan. 
    ”Kita bisa ke sana dengan Kak Beno,” jawab Usman.
    ”Mana mungkin dia mau,” sanggah Udin.
    Semua terdiam karena merasa menemui jalan buntu. ”Tunggu di sini sebentar. Aku akan pulang dan kembali lagi. Semoga ini bisa menjadi kunci untuk membuktikan bahwa bukan Kak Awang pencurinya,” kata Udin.
    Udin yang rumahnya tidak jauh dari kios Kak Awang berlari pulang. Tak lama kemudian ia sudah kembali dengan membawa bedak tabur, dua buah pinsil, silet, kuas untuk melukis, dan serutan pensil. 
    ”Untuk Apa, Din?” tanyaUsman.
    ”Kita akan lihat sidik jari siapa yang ada di kaca etalase ini. Kalau Kak Awang kemarin sore membersihkan kaca etalase maka sidik jari yang tertinggal di kaca etalase ini adalah sidik jari pencurinya,” kata Udin mantap.
    Udin meminta tolong Usman untuk membantunya meraut pensil. Lalu, ia mengerik bagian hitam pensil dan mencampurnya dengan bedak di atas sehelai kertas. Ia meniup-niup serbuk itu di kaca yang ada bekas sidik jarinya.
    ”Sekarang, kita bandingkan sidik jari ini dengan milik Kak Awang. Boleh aku pinjam SIM, Kakak?” tanya Udin.
    Kak Awang mengeluarkan SIM miliknya. Udin membandingkannya dengan sidik jari yang ada di kaca etalase, ternyata berbeda.
    ”Sekarang kita tinggal meminjam SIM milik Kak Beno, kalau sidik jarinya ternyata sama dengan yang ada di sini, berarti dia pencurinya,” kata Udin.
    ”Tapi, bagaimana kalau Kak Beno tidak mau meminjamkan SIM-nya?” tanya Usman.
    Semua terdiam. Tiba-tiba Kak Awang berkata, ”Mungkin kita bisa membandingkan sidik jari itu dengan sidik jari Beno yang ada di fotokopi ijasah Beno yang ada di lamaran kerja.”
    Kak Awang segera membuka satu-satunya lemari susun yang ada di ruangan itu. Ia mengeluarkan sebuah map dan mengambil ijazah Kak Beno, lalu menyerahkanya kepada Udin.
    ”Sama!!” kata Udin nyaris menjerit.
    ”Beno yang mencuri HP?” Kak Awang merasa tidak percaya.
     Dari kejauhan terlihat motor Kak Beno. Ia masuk dengan wajah kesal, ”Kalian belum pergi juga? Sekarang, cepat pergi sebelum aku memarahi kalian,” katanya.
    ”Sebentar Ben,” kata Kak Awang. ”Kapan kamu terakhir masuk ke kios ini?”
    Kak Beno terkejut dengan pertanyaan Kak Awang. ”Kenapa? Kamu menuduh aku? Aku tidak membawa kunci kios, jadi aku tidak mungkin bisa masuk,” kata Kak Beno santai.
    ”Kamu memang tidak membawa kunci. Tapi, kamu bisa membuat duplikatnya,” jawab Kak Awang mantap.
    Wajah Kak Beno langsung memucat. ”Apa buktinya kalau aku menduplikat kunci?”
    ”Kertas ini terjatuh waktu tadi Kak Beno mengambil kunci,” Usman menjelaskan sambil menunjukkan kertas nota yang tadi ia temukan.
    ”Darimana kalian tahu kalau aku menduplikat kunci kios?” tanya Kak Beno mencoba menutupi kegugupannya.
    ”Kita bisa ke tempat duplikat kunci itu bersama-sama dan menanyakannya pada tukang duplikatnya,” kata Iwan.
    ”Aku tidak mau,” jawab Kak Beno.
    ”Kami punya bukti lain,” kata Udin. ”Kemarin sebelum pulang, Kak Awang membersihkan semua kaca etalase. Tapi, aku melihat ada sidik jari yang tertinggal di kaca. Aku yakin, itu sidik jari pencurinya. Pencuri itu masuk setelah Kak Awang pulang. Dan, sidik jari itu sama dengan sidik jari yang ada di ijazah Kak Beno. Kalau ijazah Kak Beno asli, pasti itu sidik jari Kak Beno, bukan?” Udin mencoba menjelaskan hipotesanya.
    Kak Beno langsung kalap. ”Anak-anak kurang ajar. Menuduh aku pencuri. Keluar kalian!!” usirnya kasar.
    ”Aku bisa memanggil Pamanku yang seorang polisi. Ia pasti mau membantu menyelesaikan kasus ini,” Udin mencoba menakut-nakuti Kak Beno.
    ”Sudahlah Ben. Kita bisa membicarakan ini dengan kepala dingin. Aku hanya ingin tahu siapa sebenarnya yang mencuri HP. Kalau bukan kamu ya, sudah. Kamu tidak usah takut. Aku hanya ingin kejujuran dari kamu. Aku tidak ingin masalah ini sampai ke polisi,” Kak Awang mencoba menjelaskan.
    Tiba-tiba Kak Beno yang tadinya garang menjadi lemah. Wajahnya pucat dan tubuhnya sedikit gemetar. ”Jangan lapor polisi. Aku yang mengambil HP itu,” katanya lemah.
    ”Kenapa Ben? Kenapa?” tanya Kak Awang tak percaya.
     ”Aku kesal karena kamu yang dipercaya memegang kunci kios, bukan aku,” jawab Kak Beno.
    Kak Awang menatap Kak Beno dengan lembut,” Ben kalau kamu mau memegang kunci kios ini, aku akan bilang pada Pak Willy agar ia mempercayakan kunci ini padamu.”
    ”Tidak. Jangan Wang. Sekarang aku sadar, Pak Willy sudah memilih orang yang tepat. Maafkan Aku Wang,” jawab Kak Beno. ”Hp itu sekarang ada di rumahku. Aku akan mengambilnya.”
    Saat Kak Beno pergi Kak Awang tersenyum cerah. ”Terima kasih Din, Man, juga kamu Iwan. Tanpa kalian aku tidak akan mengetahui siapa pencuri HP itu. Tapi, ngomong-ngomong, darimana kamu tahu cara menyocokkan sidik jari itu, Din?” tanya Kak Awang.
    ”Aku baca dibuku Kak. Sebenarnya aku tidak yakin kalau sidik jari itu benar-benar bisa djadikan bukti, tapi ternyata Kak Beno percaya.” kata Udin sambil meringis.
    Akhirnya semua pun tertawa bersama.

(Pemenang 3 Lomba Cerpen Misteri Bobo tahun 2009)


http://forumpba.blogspot.com/2011/02/cerpen-sidik-jari-sang-pencuri.html
Read More . .


Assalamu’alaikum sobat  semua..

Pernah ga sobat semua bertanya-tanya, yang mana sih yang bener, InsyaALLAH atau InshaALLAH ?
Mari kita lihat tulisan aslinya (Arab) bersama-sama.
Nah, kira-kira yang mana yang betul? InsyaALLAH ? atau InshaALLAH ?
Sobat tau ga lagunya om Maher, yang judulnya InsyaALLAH? Kan disitu dibikin judulnya bukan InsyaALLAH, melainkan InshaALLAH. Nah, Abah Rani protes tuh. Kok Insha, kan Insya..
Jujur, awalnya Rani juga berpikiran sama. Tapi ternyata eh ternyata…
Rani mulai memperhatikan ejaan-ejaan huruf hijaiyah dalam terminology arabic yang ditulis dalam bahasa inggris dan bahasa indonesia.
Kira-kira inilah yang Saya dapatkan :
Ejaan dlm bahasa indonesia
Alif – Ba -Ta- Tsa – Jim – cha – Kho – Dal – Dzal – Ro – Za
Sin - Syin - Shot – Dlo – Tho – Dho – ‘Ain – Ghoin
Fa – Qof – Kaf – Lam – Mim – Nun – Ha – Waw –  Ya
Ejaan dalam bahasa inggris
Alif – Ba -Ta- Tha – Jim – Ha – Kha – Dal – Thal – Ra – Zay
Sin - Shin - Sad – Dad – Ta – Dha – ‘Ayn – Ghayn
Fa – Gaf – Kaf – Lam – Mim – Nun – Ha- Waw – Ya
Kalo ejaan versi Rani sendiri gini
Alif – Ba – Ta – Tsa – Jim – Ha – Kha – Dal – Dzal -Ra – Zai
Sin – Syin – Shad – Dhad – Tha – Dzha – ‘Ain – Grain
Fa- Qaf – Kaf – Lam – Mim – Nun – Ha -Waw -Ya
 Maaf sebelumnya Saya tambahin yang versi Saya, karena bagi Saya dalam huruf arab itu tidak ada vokal ‘o’, yang ada adalah ‘a’, ‘i’, dan ‘u’. 
Dengan memperhatikan ejaan-ejaan diatas, bisa kita lihat dlm bhs indonesia digunakan kata SYIN sedang dalam ejaan inggris digunakan ejaan SHIN. Ejaan SYIN setahu Sayai hanya dipake di Malaysia, Pakistan dan India, sedangkan negara-negara lain menggunakan ejaan SHIN.
Perbedaan ini wajar terjadi karena bahasa arab adalah bahasa Al-Qur’an, dimana tidak ada ukuran baku untuk mentranfernya ke dalam alfabet selain arabic.
Tapi menurut Saya, daripada pusing, mending pake arabnya aja yang udah pasti benar penulisannya.
Jadi yang mana yang benar? InsyaALLAH atau InshaALLAH ?
Yang paling benar itu adalah  إن شاء الله .. ^_^
Semoga bermanfaat ya bagi yang membaca…
Wassalamu’alaikum wr.wb


Read More . .



“Hei, minum tu duduk..” 
— “Hehehe”
Jangan Ditiru !
Ya elah, dibilang minum harus duduk, malah terkekeh-kekeh gaje pula. Inilah yang sering kejadian sama temen-temen Rani.
Sudah menjadi kebiasaan sekarang untuk minum sambil berdiri ataupun berjalan. Ini merupakan kebiasaan yang kurang baik. Tidak baik malahan. Bahkan Rasulullah SAW melarang kita untuk minum sambil berdiri.
Nah, kenapa ya? Masa ngelarang tanpa alasan?
Kalau kata orang-orang tua sih, ga sopan minum sambil berdiri itu.. Ga etis lah istilah agak kerennya. Tapi ternyata, setelah diteliti secara medis, dalam tubuh manusia itu terdapat sebuah saringan yang bernama Penyaring Sfringer. Saringan tersebut dapat terbuka ketika kita duduk dan tertutup ketika berdiri. Nah, air yang kita minum itu kan belum 100% steril untuk diolah tubuh kita. Jadi, kalau kita minum sambil berdiri maka air tidak tersaring karena saringan tertutup. Terus air yang tidak tersaring langsung masuk ke Kandung Kemih. Hal ini bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal !
Coba aja bayangin, betapa meruginya kita bila kita kena penyakit kristal ginjal hanya karena suka minum/makan berdiri. Dan betapa jahatnya kita membiarkan sahabat-sahabat kita minum/makan berdiri tanpa memberitahukan akibatnya.
Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? Jadi, mari kita duduk saat mau minum maupun makan.
Dan… Jangan lupa baca bismillah ya bagi yang Muslim… http://www.smileycodes.info

Read More . .

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Berlangganan

Enter your email address:

animasi bergerak naruto

Assalamu'alaikum....

"Tetaplah Rendah Hati Meski Diberi Kelebihan , Karena Cahaya Ilmu Takkan Hadir Direlung Hati Yang Angkuh"


Artikel Pilihan

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers


Info Pengunjung Hari Ini

Kategori

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
free counters